Skill-Will Matrix merupakan alat strategis dalam manajemen kinerja yang membantu manajer memahami keseimbangan antara kemampuan (skill) dan kemauan (will) setiap karyawan. Melalui pendekatan ini, pemimpin dapat menilai secara objektif apakah seseorang membutuhkan arahan lebih, dukungan motivasional, atau justru tantangan baru untuk mengoptimalkan potensinya.
Dalam dunia kerja, keberhasilan tim tidak hanya ditentukan oleh seberapa terampil seseorang, tetapi juga seberapa besar semangat dan komitmennya dalam bekerja. Karena itu, memahami posisi karyawan dalam Skill-Will Matrix menjadi langkah penting untuk menentukan gaya kepemimpinan yang tepat, apakah perlu diarahkan, dibimbing, dimotivasi, atau diberi kepercayaan penuh.
Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang konsep Skill-Will Matrix, mulai dari dasar teori dan struktur kuadrannya, metode penilaian kemampuan dan motivasi, hingga strategi penerapan dalam manajemen talenta modern. Bacalah artikel ini sampai tuntas untuk memahami bagaimana Skill-Will Matrix dapat membantu perusahaan membangun tim yang lebih produktif, engaged, dan selaras dengan tujuan bisnis.

Apa Itu Skill-Will Matrix?
Skill-Will Matrix adalah model manajemen yang digunakan untuk menilai dan mengelola karyawan berdasarkan dua dimensi utama: Skill (kemampuan) dan Will (motivasi atau kemauan). Tujuannya adalah membantu manajer menyesuaikan pendekatan kepemimpinan sesuai dengan tingkat kemampuan dan motivasi individu.
Model ini pertama kali diperkenalkan oleh Paul Hersey dan Ken Blanchard dalam kerangka teori Situational Leadership, yang berpendapat bahwa tidak ada satu gaya kepemimpinan yang cocok untuk semua orang. Kepemimpinan yang efektif harus disesuaikan dengan tingkat kesiapan atau kematangan karyawan dan Skill-Will Matrix menjadi alat visual yang sederhana namun sangat efektif untuk menerapkannya.
Dengan memahami posisi setiap anggota tim dalam matriks ini, manajer dapat membuat keputusan yang lebih akurat tentang:
- Cara memberikan arahan dan dukungan.
- Strategi pengembangan individu.
- Penugasan kerja yang sesuai dengan kapasitas dan semangat masing-masing.
Dimensi dalam Skill-Will Matrix
a. Skill (Kemampuan Teknis & Kompetensi)
“Skill” mencakup kemampuan teknis, pengetahuan, dan pengalaman yang dimiliki karyawan untuk menyelesaikan suatu tugas.
Penilaian skill dapat mencakup beberapa aspek seperti:
- Penguasaan alat, software, atau teknologi tertentu.
- Kemampuan analisis dan pemecahan masalah.
- Keterampilan komunikasi, negosiasi, atau presentasi.
- Pengalaman relevan dalam bidang pekerjaannya.
b. Will (Motivasi, Antusiasme, dan Komitmen)
“Will” menunjukkan seberapa besar keinginan seseorang untuk melakukan pekerjaannya dengan baik.
Ini bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain:
- Tingkat motivasi intrinsik (dorongan dari dalam diri).
- Rasa percaya diri terhadap kemampuan sendiri.
- Hubungan dengan manajer dan rekan kerja.
- Penghargaan, pengakuan, dan kepuasan kerja.
Karyawan dengan skill tinggi tapi will rendah biasanya kehilangan semangat karena faktor non-teknis, misalnya budaya kerja yang tidak mendukung, kurangnya apresiasi, atau kejenuhan. Sebaliknya, karyawan dengan will tinggi namun skill rendah sering kali menunjukkan antusiasme belajar, tetapi butuh lebih banyak pelatihan dan bimbingan.
Struktur dan Kuadran dalam Skill-Will Matrix
Skill-Will Matrix terdiri dari empat kuadran utama, masing-masing menunjukkan kombinasi kondisi skill dan will yang berbeda:
| Kuadran | Skill | Will | Karakteristik Karyawan | Strategi Kepemimpinan |
| 1. Low Skill – Low Will | Rendah | Rendah | Tidak kompeten dan tidak termotivasi | Direct (instruktif dan terstruktur) |
| 2. Low Skill – High Will | Rendah | Tinggi | Antusias tetapi belum berpengalaman | Guide (coaching dan training intensif) |
| 3. High Skill – Low Will | Tinggi | Rendah | Kompeten tetapi kehilangan semangat | Motivate (dengarkan, beri pengakuan, dorong engagement) |
| 4. High Skill – High Will | Tinggi | Tinggi | Berkinerja tinggi dan mandiri | Empower (berikan tanggung jawab dan kepercayaan penuh) |
Mari kita bahas satu per satu

Kuadran 1: Low Skill – Low Will
Karyawan di kuadran ini menghadapi dua tantangan sekaligus yaitu kurangnya kemampuan dan rendahnya motivasi. Biasanya ini terjadi pada karyawan baru yang tidak paham peran mereka atau karyawan lama yang sudah tidak memiliki semangat kerja.
Pendekatan terbaik adalah direct & structured guidance dengan memberi arahan yang jelas, tujuan terukur, dan pantauan ketat. Fokus pada membangun kepercayaan diri mereka terlebih dahulu.
Kuadran 2: Low Skill – High Will
Karyawan dalam kategori ini sangat antusias untuk belajar namun masih butuh bimbingan.
Pendekatan terbaik adalah coaching & mentoring dengan memberikan pelatihan teknis, dorong eksplorasi, dan berikan umpan balik rutin. Energi dan antusiasme mereka bisa menjadi aset besar bagi organisasi jika diarahkan dengan tepat.
Kuadran 3: High Skill – Low Will
Karyawan ini kompeten, bahkan mungkin ahli di bidangnya, namun kehilangan semangat atau rasa memiliki.
Pendekatan terbaik adalah motivational leadership. Manajer perlu mencari akar penyebab rendahnya motivasi, bisa karena kurangnya tantangan, masalah hubungan kerja, atau kekecewaan tertentu. Gunakan pendekatan personal, beri ruang untuk berkembang, dan pastikan kontribusi mereka diakui.
Kuadran 4: High Skill – High Will
Inilah kategori karyawan ideal. Mereka tidak hanya ahli, tetapi juga berkomitmen tinggi terhadap tujuan tim.
Pendekatan terbaik adalah empowerment. Caranya adalah berikan tanggung jawab lebih, peluang memimpin proyek, atau kesempatan berbagi pengetahuan kepada rekan lainnya. Karyawan di kuadran ini bisa menjadi role model dan mentor bagi anggota tim lain.
Cara Melakukan Penilaian Skill dan Will
Untuk menggunakan Skill-Will Matrix secara efektif, perusahaan perlu memiliki metode penilaian yang sistematis. Berikut langkah-langkahnya:
Langkah 1: Identifikasi Kompetensi Inti
Tentukan keterampilan yang relevan dengan peran atau posisi tertentu. Misalnya, untuk posisi sales executive, aspek skill bisa mencakup komunikasi, negosiasi, dan product knowledge.
Langkah 2: Gunakan Skala Penilaian
Gunakan skala 1–5 untuk menilai skill dan will.
Contoh:
- Skill: 1 = belum menguasai, 5 = ahli/independen.
- Will: 1 = tidak termotivasi, 5 = sangat bersemangat dan berkomitmen.
Langkah 3: Kumpulkan Data Secara Objektif
Penilaian bisa dilakukan melalui:
- Self-assessment.
- Observasi langsung oleh manajer.
- Feedback rekan kerja (360° feedback).
- Hasil KPI atau kinerja sebelumnya.
Langkah 4: Plot ke dalam Matriks
Setelah semua data terkumpul, tempatkan setiap karyawan ke dalam salah satu kuadran Skill-Will Matrix. Dari sini, manajer dapat menentukan strategi kepemimpinan dan rencana pengembangan yang paling sesuai.

Strategi Kepemimpinan Berdasarkan Kuadran Skill-Will
Mengelola tim berdasarkan Skill-Will Matrix berarti pemimpin tidak menerapkan gaya tunggal, melainkan adaptif. Berikut pendekatan yang bisa diterapkan:
- Direct (Instruktif)
Fokus pada kejelasan peran, arahan langkah demi langkah, dan pengawasan ketat. Cocok untuk karyawan low skill – low will.
- Coach (Pembimbing)
Berikan pelatihan, contoh nyata, dan feedback yang membangun. Cocok untuk low skill – high will.
- Motivate (Pendorong Semangat)
Bangun kembali motivasi, berikan penghargaan, dan ciptakan tantangan baru. Cocok untuk high skill – low will.
- Empower (Pemberdayaan)
Berikan kepercayaan dan otonomi. Cocok untuk high skill – high will.
Pendekatan kepemimpinan seperti ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih manusiawi dan suportif.
Perbedaan Skill-Will Matrix dengan Talent Matrix dan Training Matrix
Banyak perusahaan mengira ketiganya sama, padahal memiliki fokus berbeda:
(dibuat tabelnya)
| Matriks | Fokus Utama | Tujuan Penggunaan |
| Skill-Will Matrix | Kombinasi kemampuan & motivasi individu | Menentukan gaya kepemimpinan dan strategi pengembangan |
| Talent Matrix (9 Box Grid) | Potensi & kinerja individu | Identifikasi high potential talent untuk suksesi |
| Training Matrix | Kebutuhan pelatihan & sertifikasi | Menyusun rencana pelatihan dan compliance karyawan |
Ketiganya dapat digunakan secara terintegrasi dalam manajemen talenta modern. Skill-Will Matrix menjadi fondasi awal untuk memahami kondisi karyawan sebelum melangkah ke pengembangan potensi dan rencana pelatihan.
Contoh Implementasi Skill-Will Matrix di Perusahaan
Bayangkan sebuah tim customer service dengan 6 orang anggota. Setelah dilakukan penilaian, hasilnya sebagai berikut:
| Nama | Skill (1–5) | Will (1–5) | Kuadran | Strategi |
| A | 2 | 2 | Low Skill – Low Will | Direct & training dasar |
| B | 2 | 5 | Low Skill – High Will | Coaching & mentoring |
| C | 4 | 2 | High Skill – Low Will | Motivasi & penghargaan |
| D | 5 | 5 | High Skill – High Will | Empowerment & leadership opportunity |
| E | 3 | 4 | Transisi | Rotasi proyek |
| F | 1 | 3 | Low Skill – Moderate Will | Basic skill development |
Dengan matriks ini, manajer dapat dengan cepat menentukan siapa yang perlu pelatihan, siapa yang perlu motivasi, dan siapa yang layak diberi tanggung jawab lebih. Hasilnya adalah pengelolaan tim yang jauh lebih personal dan efisien.
Integrasi Skill-Will Matrix dalam Sistem HRIS (Contoh: BEST HR)
Dalam praktik modern, perusahaan tidak lagi menilai karyawan secara manual menggunakan spreadsheet atau form kertas. HRIS (Human Resource Information System) kini memfasilitasi seluruh proses penilaian dan analisis secara otomatis dan real-time.
Salah satu HRIS yang telah mengintegrasikan fitur Skill-Will Matrix dalam modul Talent Management adalah BEST HR.

Modul Talent Management di BEST HR
BEST HR menghadirkan sistem Talent Management yang komprehensif, mulai dari Competency Assessment, Performance Review, hingga Skill-Will Matrix Visualization.
Beberapa fitur unggulannya antara lain:
- Matrix Mapping otomatis: sistem akan menampilkan posisi setiap karyawan berdasarkan hasil asesmen.
- Customizable Assessment: HR dapat menyesuaikan parameter skill dan will sesuai kebutuhan organisasi.
- Development Plan Integration: hasil analisis langsung terhubung ke rencana pelatihan dan pengembangan individu.
- Performance Linkage: data Skill-Will terhubung ke KPI dan hasil kinerja untuk evaluasi yang lebih akurat.
- Dashboard Analitik Real-Time: membantu manajemen melihat tren motivasi dan kompetensi di seluruh organisasi.
Dengan modul ini, HR dan manajer tidak hanya mengetahui posisi karyawan di matriks, tetapi juga dapat merancang intervensi yang tepat untuk meningkatkan performa dan engagement.
Best Practices dan Tantangan Implementasi Skill-Will Matrix
Best Practices
- Lakukan asesmen secara berkala.
Skill dan will dapat berubah seiring waktu. Pembaruan data penting untuk menjaga akurasi strategi manajemen talenta.
- Libatkan karyawan dalam proses penilaian.
Self-assessment meningkatkan kesadaran diri dan rasa kepemilikan terhadap hasilnya.
- Gunakan data untuk pengembangan nyata, bukan sekadar evaluasi.
Tujuan utama bukan menilai, melainkan membantu karyawan tumbuh.
- Integrasikan dengan sistem HRIS.
Platform seperti BEST HR memastikan prosesnya efisien, terukur, dan terdokumentasi.
Tantangan Umum
- Penilaian yang subjektif jika tidak disertai indikator jelas.
- Kurangnya waktu manajer untuk melakukan coaching.
- Resistensi dari karyawan yang takut dinilai.
- Keterbatasan sistem manual dalam memetakan data besar.
Solusinya: digitalisasi proses melalui HRIS modern agar lebih objektif dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Skill-Will Matrix bukan sekadar alat asesmen, melainkan strategi kepemimpinan yang memanusiakan proses manajemen kinerja. Dengan memahami keseimbangan antara kemampuan dan kemauan setiap karyawan, organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang adaptif, produktif, dan penuh semangat.
Perusahaan yang mampu mengimplementasikan Skill-Will Matrix dengan baik akan lebih cepat mengidentifikasi kebutuhan pengembangan, mencegah burnout, dan meningkatkan retensi talenta.

Dan dengan dukungan sistem HRIS seperti BEST HR, seluruh proses pemetaan, analisis, hingga tindak lanjut pengembangan dapat dilakukan secara otomatis, akurat, dan berkelanjutan memastikan setiap karyawan berada pada jalur pertumbuhan yang tepat sesuai potensi terbaiknya.
Ingin melihat bagaimana Skill-Will Matrix bekerja di modul Talent Management BEST HR?
Jadwalkan konsultasi bersama tim profesional BEST HR dan dapatkan demo gratis untuk melihat bagaimana sistem ini membantu Anda mengelola dan mengembangkan talenta perusahaan secara strategis dan efisien. #BESTHRinAction #BESTwaytoGROW